top of page

Anak Sering Main Ini? Bisa Jadi Tanda Bakatnya!


(Ilustrasi anak-anak bermain, sumber : freepik)
(Ilustrasi anak-anak bermain, sumber : freepik)

Anak sering bermain? Jangan dimarahin ya, bisa jadi itu tanda bakatnya. Yuk, cari tahu dan mulai asah potensinya sejak dini. 


Setiap anak memiliki cara untuk meluapkan ekspresi dirinya. Dan salah satu cara yang paling alami adalah melalui bermain. Saat bermain, sebenarnya mereka tidak hanya bersenang-senang akan tetapi juga menunjukkan minat, preferensi, dan kemampuan pada bakat alaminya. 


Menurut beberapa ahli, perkembangan anak pada pola permainan tertentu bisa mencerminkan potensi si kecil di masa depan. Misalnya, anak-anak yang suka menyusun balok memiliki cenderung untuk berpikir logis dan spasial yang baik. 


Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap permainan adalah kegiatan yang tidak jauh dari hanya mengisi waktu luang. Padahal jika kita memperhatikan, dengan bermain anak dapat mengenali potensi yang kemungkinan tersembunyi di dalam dirinya.


Jenis Permainan dan Potensi yang Mungkin Tersembunyi

Berikut ini adalah beberapa jenis permainan pada anak yang bisa dilakukan untuk membantu mengenali potensi yang tersembunyi di dalam dirinya :


1. Menggambar dan Mewarnai

Anak yang sering menggambar atau mewarnai biasanya memiliki kecerdasan visual-spasial. Ia cenderung peka terhadap warna, bentuk, dan detail. Ini bisa menjadi awal dari minat di bidang seni, desain, atau arsitektur.


2. Bermain Balok, Lego, atau Puzzle

Kebiasaan menyusun balok dan puzzle menunjukkan kemampuan dalam hal logika, struktur, dan pemecahan masalah. Anak seperti ini cocok diarahkan ke bidang teknik, matematika, atau ilmu komputer.


3. Bermain Peran (Role Play)

Jika anak suka bermain sebagai dokter, guru, atau polisi, itu menandakan kemampuan sosial dan empati. Anak ini kemungkinan besar punya kepercayaan diri tinggi dan bisa berkembang menjadi komunikator hebat atau pemimpin.


4. Aktif Bergerak dan Menari

Anak yang selalu bergerak dan suka menari atau bermain fisik memiliki kecerdasan kinestetik. Ia belajar lebih baik melalui gerakan tubuh dan bisa diarahkan ke bidang olahraga, seni tari, atau pertunjukan.



(Ilustrasi anak-anak bermain bernyanyi bersama, sumber : freepik)
(Ilustrasi anak-anak bermain bernyanyi bersama, sumber : freepik)
5. Suka Bernyanyi dan Bermusik

Jika si kecil senang mendengarkan lagu, menyanyi, atau bermain alat musik mainan, ia mungkin memiliki bakat musikal. Anak ini memiliki kepekaan terhadap irama dan suara, yang bisa diasah sejak dini.


6. Hobi Bercerita atau Bertanya Terus

Anak yang cerewet, suka bertanya, dan gemar bercerita biasanya memiliki kecerdasan linguistik. Potensi ini sangat berguna di bidang tulis-menulis, penyiaran, bahkan diplomasi.


Cara Orang Tua Membantu Mengasahnya

Mengetahui bakat anak memang tidak hanya dari permainan yang mereka lakukan saja. Namun, orang tua juga memiliki peran penting untuk membantu mereka mengasanya. Berikut ini adalah beberapa caranya :


1. Amati Pola Bermain Anak

Perhatikan aktivitas apa yang paling sering dilakukan si kecil. Apakah ia senang menggambar, menyusun balok, atau bermain peran? Catat pola ini secara konsisten, karena di situlah cikal bakal bakatnya terlihat.


2. Sediakan Fasilitas dan Mainan yang Mendukung

Berikan anak mainan atau alat bermain yang sesuai dengan minatnya, seperti alat gambar, puzzle, alat musik mainan, atau kostum profesi. Lingkungan yang kaya stimulasi akan memperkuat potensi tersebut.


3. Berikan Kesempatan Eksplorasi

Ajak anak mencoba hal-hal baru: mengikuti kelas seni, jalan-jalan edukatif, atau kegiatan luar ruang. Anak yang diberi ruang untuk mencoba akan lebih cepat menemukan apa yang paling ia sukai.


4. Dukung Tanpa Memaksa

Hindari memaksakan anak untuk mengikuti kegiatan yang tidak ia minati. Biarkan anak berkembang dengan ritmenya sendiri, dan berikan dukungan penuh saat ia menunjukkan ketertarikan atau antusiasme.


5. Berikan Apresiasi dan Umpan Balik Positif

Berikan pujian atas usaha, bukan hanya hasil. Ucapan seperti “Kamu hebat sudah mencoba hal baru” lebih membangun rasa percaya diri anak ketimbang hanya memuji hasil akhir.


6. Jaga Kesehatan Fisik dan Daya Tahan Tubuhnya

Selain memberikan stimulasi mental dan emosional, kesehatan fisik pada anak juga tetap terus diperhatikan. Hal ini agar mereka bisa tumbuh dan belajar secara optimal. Memberikan suplemen juga bisa menjadi sebuah langkah pendukung. 


Salah satu suplemen herbal yang bisa membantu memelihara daya tahan tubuh anak adalah Oxyvit Kidz. Dengan kandungan bahan alami, Oxyvit Kidz bisa membantu si kecil agar tetap aktif, sehat, dan siap mengeksplorasi minat dan bakatnya setiap hari. 


Bakat anak bukan sesuatu yang langsung terlihat seperti halnya sulap. Ia tumbuh dari hal-hala kecil yang bisa dilakukan setiap hari, terutama pada saat bermain. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih jeli lagi untuk memperhatikan pola bermain si kecil. 


Siapa tahu, permainan sederhana bisa berdampak pada masa depan yang gemilang. Tidak hanya itu, #JagaImunAnak dengan Oxyvit Kidz ya! (FAS)

 
 
bottom of page